Are you ready for derby??

Februari 11th, 2011

Besok, sabtu 12 februari 2012 bertempat di The Theatre of Dreams, Stadion kesayangan kita Old Trafford kita akan menjamu saudara sekota kita Manchester City. Yeah.. derby manchester selalu menarik dan panas, dan menjadi banyak perbincangan banyak media.

Manchester City yang sekarang ada di posisi 3 klasemen sementara jelas masih memiliki ambisi untuk merebut tahta jawara dari tangan pemegang kuasa sementara Manchester United  (Our Lovely Team). Tapi jelas, kita juga tidak akan menyerah begitu saja. Pastinya kita akan berikan perlawanan sengit dan pelajaran bagi saudara sekota kita.

Laga derby juga akan menjadi ajang reuni bagi mantan striker kita carlos Teves. Yah,, Carlos Teves yang besar dan menjadi terkenal berkat bantuan manchester united pada laga derby akan datang sebagai musuh. Teves yang selalu haus kemenangan dipastikan akan sangat ngotot bermain, dan yah harus diakui dia striker hebat yang penuh kerja keras. tapi, kita percaya pasukan belakang kita akan mampu menahannya.

sepanjang musim ini, di old trafford kita belum terkalahkan. jadi tidak ada alasan untuk ragu pada derby kali ini. Glory-Glory Manchester United.

pagi ini saya berduka :(

Februari 9th, 2011

pagi ini saya berduka :( ,

mulai dari ketika menyalakan televisi..

Berita yang saya dengar pertama kali begitu menyalakan televisi  adalah tentang kerusuhan di temanggung, saya berduka. Miris sekali mendengar saudara-saudara saya sesama umat muslim melakukan tindakan kekerasan, pengrusakan bahkan pembakaran terhadap rumah ibadah umat beragama lain.

Saya ingat salah seorang teman saya pernah berkata, “penyebab kematian nomer satu di dunia saat ini, bukanlah bencana alam ataupun penyakit. Tapi bencana kemanusiaan yang penyebab terbesarnya adalah konflik keagamaan” . Tapi saya percaya, bukanlah agama ataupun keyakinan yang menjadi penyebab semua permasalahan ataupun kekerasan yang timbul saat ini.

Saya meyakini, kesalahan ada di dalam diri kita sendiri. Kesalahan terletak dari kurangnya kedewasaan kita dalam menyikapi segala macam permasalahan sehingga kita cenderung menggunakan kekerasan dan mudah terprovokasi. Kebiasaan kita menyikapi suatu permasalahan hanya dari satu sisi saja.

Pagi ini saya tidak mau hanya berduka, saya berjanji pada diri saya sendiri. Untuk belajar mendewasakan diri, belajar menyikapi sesuatu dengan lebih tenang, lebih sabar.

Akademi Berbagi Akhirnya Datang ke Bandung

Januari 14th, 2011

Setelah sekian lama hanya bisa menikmati akademi berbagi lewat timeline di twitter, akhirnya Senin 10 Januari 2010 akademi berbagi datang juga ke Bandung. Bertempat di ruang sangkuriang kantor Telkom Kandatel Bandung kelas pertama akademi berbagi di Bandung sukses digelar dengan di ikuti lebih dari 30 peserta yang hadir.

Kelas pertama yang di selenggarakan ini adalah kelas financial fund: ‘Rich Game for Investasi’ yang pematerinya adalah Bapak atau eh  Mas kali ya ( masih tampak muda soalnya :) ) Mas Aidil Akbar. Beliau adalah seorang financial planner handal (puji terus soalnya udah dikasih buku).

Penyelenggaraan kelas pertama akademi berbagi inipun mendapat pengawalan ketat dari Tim akademi berbagi dari jakarta. Ibu kepala sekolah @pasarsapi yang membuka kelas pertama ini, menceritakan kepada kami tentang akademi berbagi yang sudah diselenggarakan di jakarta dan berharap kelas akademi berbagi di bandung terus bisa berjalan dengan mandiri.

Banyak sekali tawa dan ilmu yang dibagi dikelas pertama akademi berbagi malam itu. Gaya mengajar Mas Aidil Akbar yang lucu dan ramah membuat kami benar-benar belajar dalam tawa malam itu. Sebagai seorang yang masih sangat buta akan dunia financial planner dan investasi, mengikuti kelas akademi berbagi malam itu membuka pengetahuan saya tentang pentingnya berinvestasi. Investasi bukanlah milik mereka yang memiliki kelebihan materi saja, tapi ternyata menjadi kebutuhan kita semua.

Senang sekali bisa mengikuti kelas akademi berbagi yang pertama kali diselenggarakan di Bandung ini. Beribu-ribu terima kasih deh buat semua pihak yang sudah menyelengarakan acara ini. Tidak sabar menunggu kelas-kelas berikutnya. Terakhir, mengutip kata akademi berbagi “ Yuk kita jadikan berbagi sebagai life style, karena Berbagi Bikin Happy”.

My short holiday

Januari 10th, 2011

Hey blog, aku lagi liburan lho… Seneng banget deh, meskipun cuma tiga hari. Dan cuma liburan ke bogor, tapi rasanya lega banget bisa pergi sebentar dari bandung dan melepaskan diri dari kehidupan yang kejam. *sigh*

Kesempatan 3 hari liburan GRATIS (disupport sepenuhnya oleh kakak tercinta) dibogor ini harus digunakan sebaik-baiknya, hehehe. Hal-hal penting yang sudah aku lewati disini diantaranya adalah:
1. Foto disetiap saat dan kesempatan. Pokoknya foto terus, mulai dari istana bogor, museum zoologi, kebun raya pokoknya foto sampe baterai handphone masih bisa mendukung.

2. Chek in Foursquare disemua tempat yang dikunjungi. Dari mulai berangkat dari terminal dibandung, bisnya ngisi bensin, nyampe bogor, ke toilet, apalagi makan… Hehehehe, *tersenyum puas sambil ngebayangin betapa banyak sampah yang sudah ku tebar di timeline orang-orang, apalagi di email orang-orang yang jadi friend di foursquare*

3. Berhubung liburan singkat ini didukung sepenuhnya oleh my lovely sister, maka kesempatan berkuliner tidak boleh dilupakan begitu saja. Dari sekian banyak makanan yang menghiasi perut ini selama tiga hari. Tiga yang paling the best adalah ………. Jeng jeng jeng *pake musik* Tauge goreng, Soto Kuning Bogor, dan Banana Mix nya cimory (gak tau cimoy apa cimor,lupa hehe).
Pokoknya ketiga makanan itu sukses masuk ke daftar list makanan yang harus dicoba lagi pas nanti ke bogor lagi.

4. Nonton The Tourist. Yup,saudara-saudara saya menonton film yang pemeran utamanya tante jolie ini sambil ngences 90 menit full, hehehe… Sial banget ya itu si tante jolie, bodinya, mulusnya, seksinya.. Huuuhhh, sebagai jenis orang yang gampang terinfluense. Sayapun langsung pengen Punya Badan alias body kaya tante jolie. Gak peduli gimanapun caranya. TITIK. Hehehe..
Over all, film ini menurut saya terlalu roman. Beda banget sama trailernya yang kebanyakan actionnya. Film ini juga membuat saya jadi ingin pergi ke Venice, Gila itu kota keren mampus. *influenze kambuh*

5. Hal yang juga tidak henti-hentinya saya lakukan di Bogor adalah menghindari tempat-tempat yang ada orang pacarannya. Yah,saya kan mau berlibur, mau refresing habis ujian, jadi mood harus dijaga baik-baik dong, dan si mbak mood ini biasanya suka tiba-tiba memburuk kalau liat orang-orang yang berpacar-pacaran. Gak tau gak suka atau syirik tuh.. Hehehe..
Tapi saudara-saudara sungguh sangat susah menemukan tempat dibogor yang tidak ada orang pacarannya, hiks hiks

Yup my blog, itulah liburan singkat dibogor. Waktunya kembali ke Bandung. Sedih banget bener harus kembali ke Bandung, Kembali ke kehidupan yang keras dan tanpa sahabat-sahabat tercinta ,STT telkom sedang libur, dan teman-teman seperjuangan sedang dipulangkan kerumah masing-masing dan meninggalkan saya membusuk sendirian di Bandung.

Huuuhhh, bye blog.
Nanti sore mau ikutan akademi berbagi.
Besok aku crita ke kamyu ya blog, aku ngapain aja di akademi berbagi.
Hehehe.. :)

Postingan Tahun Baruan

Januari 1st, 2011

Sejujurnya saya bukan termasuk jenis orang yang merayakan gegap gempita tahun baru, saya bukan termasuk mereka yang benar-benar menantikan detik-detik perubahan tahun, dari satu satun menuju tahun berikutnya. Buat saya semua waktu sama saja, setiap detik sama saja. Nothing spesial. Bagi saya tahun baru hanya suasana jadi lebih ramai, banyak acara dimana-mana. Di dunia maya apalagi, tahun baru sangat ramai sekali. Timeline saya penuh dengan ucapan selamat tahun baru, penuh dengan tweet orang-orang tentang kenangan tahun 2010, kemudian tentang resolusi-resolusi yang ingin dicapai untuk tahun 2011.

Well, berhubung saya punya penyakit gampang terinfluenze, atau gampang kepinginan.. :D, dan berhubung saya masih MUDA dan agak labil, maka yah saya jadi ikut-ikutan mengingat-ingat apa saja yang sudah terjadi ditahun 2010 dan apa ya yang ingin saya raih ditahun 2011.

Baiklah, mari saya tulis dan saya blog kan saja…

Eeeuumm, tahun 2010 ini sejujurnya berlangsung cukup normal-normal saja. Yang paling saya syukuri tahun ini, saya tetap bisa hidup bersama dengan sahabat-sahabat terbaik saya. Tidak terasa sudah 5 tahun kami hidup bersama, sudah 5 tahun lebih mereka selalu ada untuk saya, ini manis juga pahit. Biar bagaimanapun saya sadar betul, waktu terus berjalan dengan egois, semakin dewasa nanti juga pasti akan tiba saat kami harus berpisah, saat kami sudah menikah nantinya (begidik yakin kebayanginnya).  Tapi ya sudahlah, setidaknya kami saat ini masih bersama, masih bisa tumbuh dewasa bersama. *love you guys, kalian yang terbaik yang aku miliki*

2010, juga tahun pertama saya kuliah. Well,akhirnya saya benar-benar murtad dari ilmu teknik dan berganti ke ilmu sosial. Nyaman banget menyandang status sebagai mahasiswa ternyata :D

untuk urusan ehmmm *cinta.. yah tahun 2010 ini berangsung sangat galau. aiihhh, sudahlah lupakan saja. Moving on pokoknya,,,

Yuupp….

I am ready for 2011..

:D

(Efek radityadika.com)=> tentang menulis

Januari 1st, 2011

Perjalanan dri bandung-bogor, sabtu 15 mei 2010.

kebiasaan naik bis dri tol kopo sampai Tol buah batu yang cuma beberapa menit, membuat saya bertanya-tanya, ini tol cipularang kok panjang banget si. . :D

karena boring plus gag tau mau ngapain. Akhirnya saya membuka opera mini.

Awalnya memang hanya untuk membuka facebook dan detik, tapi kemudian saya ingat kalo beberapa hari yang lalu saya sempet membuka blog raditya dika (penulis kambing jantan), tapi belum selesai membaca artikelnya.

Akhirnya sayapun menikmati perjalanan bandung bogor saya dengan ditemani tulisan2 cerdas raditya dika.

Efek dari tulisan raditya dika ternyata membangunkan salah satu hobi saya yaitu menulis.

Ya tuhan, saya memang sudah lama tidak menulis. Padahal saya termasuk orang yang jujur ketika menulis, saya biasanya lebih suka mencurahkan perasaan saya lewat tulisan saya daripada mengatakannya secara langsung.

Misalnya, sampai saat ini saya belum pernah berkata secara langsung kalo saya mencintai, menyayangi, dan merindukan bapak, mae, riska, alfan, mb.atun dan seluruh keluarga dan kerabat saya .

Kepada sahabat terpenting saya Nurul dan galuh, saya tidak ingat apakah saya sudah pernah mengucapkannya secara langsung kalau saya sangat menyayangi mereka, kalau mereka adalah bagian terpenting dari hidup saya sekarang.

Kepada sahabat dan teman terspektakuler dalam hidup saya, maria ulfah, sovia chopis dan diajeng ayu muninggar, saya sangat lancar ketika menuliskan kerinduan saya pada kalian. Tapi saya agak yakin, jika suatu saat nanti kita bertemu (saya berharap itu terjadi tidak lama lagi), maka saya akan bersikap seakan tidak ada kerinduan diantara kita, :D. Saya pasti memasang tampak sok cool, dan bersikap menyebalkan.:D

dari blog raditya dika saya menyadari ini, menyadari kalau saya memang lebih suka menuliskan perasaan,unek2, dan permasalahan saya dari pada membicarakan ataupun mencurahkannya secara langsung.

Saya tidak tahu apakah ini semua karena saya hobi menulis atau saya tipe orang yang susah bicara. Ah, tapi saya rasa tidak, saya Juga termasuk orang yang sangat lancar berbicara bahkan sudah distempel cerewet dan bawel.:D

ahaaa, atau mungkin saya lebih jujur ketika menulis karena gengsi saya yang overload tinggi.

Saya jadi ingat, seseorang entah siapa pernah berkata “orang wonosobo tu gengsinya tinggi2, tu contohnya chopz ma yazil” hehehe. .

Sejujurnya lagi, saya termasuk orang yang tidak percaya diri ketika menulis. Saya merasa tulisan saya terlalu ecek-ecek, terlalu berlebihan, bahasanya aneh, alay dan tidak ada manfaatnya. Jadi saya memang akhir-akhir ini malas menulis, disamping karena jadwal saya yang sangat berantakan akhir-akhir ini.

Beruntung radityadika memberi saya pilihan lain, kenapa harus berhenti menulis jika kita memang menikmatinya.

Ini 2010, banyak cara untuk menulis.

Dari yang normal misalnya menulis dibuku , menulis dikertas bekas, menulis di word nanti disave, atau dihp.

Atau mungkin yang ekstremnya menulis di tisu, meja kelas, ataupun pasir. :D

Bisa juga menuliskan nya diinternet, difacebook, diblog dll. Terlepas dari ketidaksukaan orang2, huh. . Bodho amat, toh ni facebook atau blog punya saya sendiri. .

Hehehe. .

:D

*Skdr info yang saya maksud dengan menulis disini adalah menuliskan pemikiran2 yang ada diotak saya.

Ternyata, perkiraan dan perasaan banyak salahnya!

Januari 1st, 2011

Kecenderungan menggunakan perasaan sebagai dasar perkiraan dalam menganalisa suatu permasalahan ternyata bisa saja salah, atau justru sering kali salah.

Baru-baru ini saya mengira saya telah memberikan segalanya yang terbaik yang saya bisa, ternyata saya salah. Segala upaya yang telah saya lakukan yang yah saya rasa itu adalah upaya terbaik hanya dianggap sebagai kekacauan!

Saya rasa saya sudah benar2 memberikan totalitas saya, saya memberikan semua yang saya bisa, saya jujur saja belum pernah setotal dan sefokus ini. Ternyata saya kembali ditipu oleh perkiraan yang sumbernya dari perasaan saya, karena ternyata saya lebih banyak melakukan kesia-siaan dan kabarnya saya juga sama sekali tidak diperlukan ataupun dianggap berguna.

Saya tersakiti tentu saja iya.

Saya merasa perasaan saya membohongi saya beberapa bulan terakhir ini, dengan perkiraannya yang salah.

Beruntung, dunia mengajarkan saya untuk tidak pernah membiarkan rasa sakit itu berdiam terlalu lama didalam hati saya.

Sekarang memang mungkin saya tidak akan kembali mengunakan perasaan sebagai dasar dalam menganalisa suatu hal!

Saya tidak bisa mengatakannya, hanya bisa menuliskannya!

Januari 1st, 2011

well,yang ini saya tulis karena suatu kejadian yang sangat wajar terjadi, pada hubungan persaudaraan saya dengan para sahabat saya. semuanya bisa saja terjadi, tidak ada yang pasti, yang pasti saya menyayangi mereka dan belum mampu hidup tanpa mereka -____-.

February 20, 2010

Untuk kalian yang saya sayangi,

untuk kalian yang sudah membuat ruang penting dikehidupan saya,

untuk kalian yang telah menjadi bagian penting dari hidup saya.

Saya tidak tahu bagaimana harus mulai menuliskannya, tapi saya pikir, saya harus menuliskan ini setidaknya sekalipun kalian tidak membacanya. Saya biasanya agak sedikit lega jika sudah menuliskannya.

Saya menyayangi kalian, itu sudah pasti. Itu sudah harga mati. Meskipun saya tidak ingat saya sudah pernah mengucapkannya atau belum. Tapi saya pikir kalian sudah tahu saya menyayangi kalian. Saya pikir kita sudah tidak memerlukan lagi mengungkapkan hal-hal seperti ini.

Saya peduli pada kalian, itu juga sudah pasti kalian tahu.

Saya selalu ingin membahagiakan kalian.

Saya tidak ingin ada seorangpun yang menyakiti kalian.

Saya pikir, kebersamaan kita sudah terlalu dewasa.

Hal2 semacam ini, saya rasa sudah tidak perlu lagi dibicarakan.

Saya tahu, kalian juga saling menyayangi. Saling melindungi, saling peduli satu sama lain. Bahkan jujur saya akui perasaan sayang kalian satu sama lain jauh lebih besar daripada perasaan sayang kalian pada saya. Dan saya tidak keberatan untuk ini.

Sekalipun kita sudah lama hidup bersama, tidak saya pungkiri kita banyak melakukan kesalahan. Kita banyak saling menyakiti, meskipun itu tarafnya kecil.

Kita bukan dewa!

Kita punya kesalahan!

Tapi saya pribadi sudah menerima kalian lengkap satu paket dengan kekurangan ataupun kelebihan kalian.

Sekali lagi, saya pribadi tidak pernah punya waktu untuk merasa disakiti oleh kekurangan kalian.

Memang yang terjadi diantara kita bukanlah hal besar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Saya yakin kita sudah terlatih untuk berpura-pura tertawa gembira saat berkumpul bersama dan menganggap tidak terjadi apa-apa dengan kita, karena memang mungkin tidak terjadi apa2.

Kembali lagi, sekarangpun saya menyalahkan kejenuhan,kebosanan,intensitas pertemuan yang terlalu tinggi, dan kesibukan kita masing2 yang terlalu tinggi.

Ingatlah hal2 itu pernah menghancurkan kita dulu. Saya tidak akan pernah rela jika itu kembali terjadi.

Saya pikir lebih baik kita skrg punya kehidupan dan kesibukan sendiri-sendiri. Saya pikir kita lebih baik menciptakan kehidupan sendiri-sendiri.

Toh,memang saya rasa kebersamaan kita sudah bukan berada dilevel harus selalu bersama, harus memakai baju2 yang sama, foto2 bersama, ataupun hal2 type2 gank2 sma lainnya.

Tapi saya berharap kita tetap punya waktu untuk sekedar makan atau minum kopi bersama. Dan bercerita tentang kehidupan kita masing masing. tetap bisa ada untuk menemani ataupun membantu jika salah satu dari kita membutuhkan bantuan. Mengingat kita memang jarang bisa bersama-sama ketika kita sedang bermasalah. Kita memang termasuk pandai menyimpan rapat2 masalah kita.

Sudah kita sadari semua kita memang jauh lebih suka membagi bahagia daripada membagi masalah.

Saya pikir jika kita sudah cukup siap dan dewasa nanti. Kita harusnya bisa saling bersama tidak hanya untuk bersenang-senang, tp juga saat kita bersedih.

Saya hanya ingin kalian menyadari kalian saling menyayangi. Kalian saling peduli, kalian juga pasti pernah melakukan kesalahan yang menyakiti kalian satu sama lain.

Itu pemikiran saya yang memang mungkin salah.!

Sholat Maghrib

Januari 1st, 2011

kalau yang ini waktu itu ditulis pas lagikangen banget sama Bapak. bapakku bapak paling hebat sedunia..

That is it for you…

Entah Sudah berapa lama saya tidak sholat maghrib berjamaah, beruntungnya kemarin waktu mau sholat maghrib dimushola, ada bapak dosen yang juga mau sholat dan mengajak jamaah. Saat itu baru menyadari, saya sudah lama kehilangan rasa ini. Rasa nyaman ketika bisa bersimpuh pasrah dikala maghrib. Rasa lega, karena saat maghriblah saya biasanya melepas semua penat dan lelah. Rasa senang, bahagia, sedih ataupun kecewa yang sepanjang hari saya alami biasanya akan terlihat jelas ditarikan nafas saya seuasai mengucap salam disaat maghrib.

Tapi saya sudah lama kehilangan maghrib seperti itu, maghrib saya sekarang adalah waktu wudhu, sholat, salam dan kembali ke aktifitas saya.

Maghrib saya sekarang adalah 15 menit tanpa kepasrahan, hanya sebuah kegiatan.

Maghrib saya sekarang adalah kewajiban, bukan kebutuhan untuk menghadap Tuhan dan melepaskan semua penat dan lelah melalui bacaan hamdalah penuh rasa syukur.

Maghrib saya sekarang adalah langkah tergesa-gesa tanpa sempat menarik nafas untuk mencerna apa yang seharian ini saya alami.

Maghrib berjamaah dgn pak dosen kemarin mengabarkan ini kepada saya.

Maghrib berjamaah kemarin juga membuat saya mengakui bahwa saya merindukan sholat berjamaah bersama Bapak. Merindukan logat bacaan alfatihah khas bapak.

Maghrib itu juga membuat saya menyempatkan diri berdoa, agar saya dengan apa yang sudah saya raih sekarang tetap bisa dekat dengan Tuhan.

Saya ingin kembali dekat dengan Tuhan seperti saat sya sedang menunggu proses kelahiran adik saya yang ketiga.

Saya ingin kembali dekat dengan Tuhan seperti saat saya sedang menunggu pengumuman ujian nasional.

Maghrib kemarin memberi tahukan banyak hal yang blum bisa saya jalani sekarang.

Mendadak poligami

Januari 1st, 2011

Minggu sore,

kumpul-kumpul bersama kakak dan keluarga nonton idola cilik, denger salah satu jingle iklan,

“kapan kalian nikah?

kapan punya anak?

Kapan kamu apet adik?”

kapan nikah lagi,

kapan punya mama baru, ?

Kakak sya, dengan santainya, dan tanpa rasa berdosa, menambahkan dua kalimat ini, (padahal istrinya duduk manis tepat disebelahnya).

Selentingan kecil kakak sya ini sukses mengomando otak sya untuk memikirkan poligami?

What? Poligami? Masih terlalu jauh memang, saya masih delapan belas tahun dan masih jauh dari permasalahan poligami. -maksudnya jangan sampai saya mengalami masalah yang berhubungan dengan poligami-

sering saya mendengar atau membaca artikel yang berhubungan dengan poligami, salah satu yang paling menempel diotak saya adalah pernyataan dari sri sultan jogja pada acara kick andy,

- “anda kan raja, anda punya hak dan wewenang untuk berpoligami. Tapi kenapa anda tidak melakukannya? Apa sih istimewanya istri anda, sehingga anda tidak melakukannya?”

andy noya dengan seenaknya melontarkan pertanyaan pada sultan.

“istri saya biasa saja,

saya tidak mau melakukannya karena saya adalah anak dari orang tua yang berpoligami”

menurut saya itu adalah jawaban paling berkualitas tentang poligami yang pernah saya tau. Jawaban sederhana yang memberitahukan pada para ayah yang ingin berpoligami, bahwa sekalipun sang ibu ikhlas berbagi cinta dengan perempuan lain. Tapi tidak dengan anak, anak-anak tentu saja tidak mau berbagi kasih sayang ayahnya dengan saudara dari ibu lain, dengan saudara dari ibu kandung saja susah. Hanya saja anak-anak tidak bisa mengatakannya, tidak bisa menunjukannya, tidak bisa melawannya.

Saya bukanlah golongan wanita yang menolak poligami. Agama saya saja tidak melarang poligami,sepanjang itu tidak melanggar hukum. Saya juga banyak berhubungan baik dengan keluarga yang berpoligami, dan mereka kelihatan berbahagia.

Saya (dengan usia 18 tahun), sama sekali bukan golongan anti poligami. Asalkan yang berpoligami itu bukan bapak saya, ataupun suami saya nanti.